Bonus 16: Sebuah Syukur

3081 Words

Beruntung truknya mengerem dan jalanan di sini memang agak lengang. Keduanya terpaku tadi. Karena yang mau datang menolong bukan hanya Anne tetapi juga perempuan ini. Kini keduanya duduk berhadapan di kafe yang tak begitu jauh dari klinik dan sekolah untuk anak-anak di bawah 5 tahun itu. Nisa berdeham. Padahal tadi ia yang mengajaknya ke sini dengan dalih ingin berbicara. Tak menyangka kalau akan bertemu di sini. Anne lebih syok lagi karena tak pernah tahu kabar Nisa. Eeh tahu-tahu sudah di sini. Perkembangannya seperti apapun, memang tak ada yang tahu. Dulu anak-anak kampus selalu tahu kabar Nisa. Sekarang? Ia memang menutup diri dan sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang. Menjadi seorang desainer terkenal dibalik nama penanya, ternyata itu sudah cukup. Tanpa harus berusaha menjadi

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD