William Shakespeare pernah menulis bahwa kesombongan itu bagaikan meniup terompetnya sendiri. Ia memuji dirinya sendiri. Pernahkah juga kita terpikirkan bahwa saat kita memuji diri kita sendiri, maka akan ada banyak blindspot di dalam pujian tersebut? Mari kita baca Amsal 27:2. Seolah-olah penulis Amsal sedang menasehati kita bahwa sesungguhnya kita membutuhkan komunitas untuk menghasilkan pujian yang otentik. Amsal 27:2 Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kau kenal dan bukan bibirmu sendiri Bahkan, di dalam Amsal 31:10-31, pujian seorang suami yang tulus untuk istrinya, itu mungkin yang terbaik. Coba renungkan, ketika kita memandang salib Yesus Kristus, maka semua kehormatan yang kita capai akan terasa tawar. Kita akan kurang memperhatikan apa saja r

