Greyzia tersentak. Ada yang menyentuh bahunya. Ternyata itu Firman, kekasihnya. Firman tersenyum dan berkata, "Aku nggak nyangka, Zia, kamu bisa main piano." "Nggak jago, kok, Bang," ucap Greyzia tersenyum. "Cuma bisa mainin lagu yang simple-simple aja." "Kalau mainin lagu Ada Apa dengan Cinta, bisa dong?!" goda Firman yang sekonyong-konyong mencium pipi Greyzia. Greyzia langsung mencubit lengan Firman. "Apaan sih kamu, Bang? Di upacara pemakaman orang, malah bisa-bisanya ngegombal gitu." Kepala Firman lebih mendekat ke Greyzia dan berbisik, "Tapi, kamu suka, kan?" "EHEM!" Datanglah Indira. Indira menggeleng-gelengkan kepala. "Tolong, yah, hargai yang belum punya pasangan. Nggak malu apa dilihat para tamu?" Baik Greyzia dan Firman lalu mengedarkan pandangan ke apa yang ada di sekitar

