*** Karena kejadian semalam, Adrian akan menunjukan kepada Kania, kalau ia benar-benar sangat mencintai gadis itu, tidak hanya sekedar obsesi semata seperti apa yang sudah dikatakan istrinya itu. Di teras rumah, Adrian menemani Kania yang sedang memberikan Arkan sebotol s**u, sehabis mandi, bayi itu tidak berhenti merengek, seperti sedang tidak nyaman saat berada di dalam kamar. "Sepertinya Arkan memang senang berada di luar." "Mungkin Arkan capek, beberapa hari di dalam ruangan terus." Tidak lama setelah itu, Adrian dan Kania bisa mendengar suara seseorang yang baru saja masuk ke perkarangan rumahnya, kedatangan seseorang yang benar-benar membuat Kania sangat terkejut. Dia, laki-laki yang paling Kania takuti sudah berdiri di depan mata, karena takut akan mendapatkan perlakuan yang tid

