Adrian berjalan mendekati Kania, lantas berdiri tepat di belakangnya sambil memasangkan sebuah kalung di lehernya. Kania tersontak, saat menerima perlakuan Adrian seperti ini. Dalam beberapa detik, Adrian bisa tersenyum. "Kalung ini sudah seharusnya kembali padamu. Jadi aku sangat berharap, kamu tidak mau melepasnya lagi." Kedua mata Kania turun ke bawah. Menatap benda yang Adrian berikan. Benaknya kian bertanya-tanya, bagaimana mungkin benda itu ada di tangan Adrian? "Kenapa kalung ini sama kamu?" Adrian malah tersenyum. Melanjutkan aktifitasnya saat memasangkan kalung itu pada Kania. "Kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Karena ada satu hal yang harus kamu dahulukan." "Apa itu?" "Kebahagiaanku." "Emangnya sekarang kamu belum bahagia?" tanya Kania bingung. "Belum." Kemudi

