*** Adrian kembali ke rumah dalam keadaan tangan kosong, berjam-jam mencari Kania tidak membuahkan hasil apapun, Adrian sampai kebingungan sendiri. Tidak lama setelah itu, ponsel Adrian berdering menandakan sebuah panggilan masuk. Kening Adrian berkerut bingung, nomor ponsel tidak dikenali telah menghubunginya. 'Hallo' 'Selamat siang bapak Adrian yang terhormat,' terdengar tawa cekikikan dari seorang laki-laki yang sedang menelponnya. Adrian menautkan kedua alisnya, merasa tidak asing dengan suara pria itu. 'Apa anda masih mengingat saya?' 'Siapa kau?' 'Oh, rupanya kau benar-benar manusia berhati busuk. Bisa-bisanya kau melupakanku.' pria itu mendesis, menimbulkan teka-teki di benak Adrian. 'Jangan main-main, apa maumu.' 'Aku Bara, laki-laki yang anda pecat secara tidak

