*** Adrian keluar dari gedung rumah sakit. Sampai kapanpun tidak akan pernah mengakui bahwa jasad itu adalah Kania. Dalam hati kecil Adrian, ia masih sangat percaya, Kania tidak mungkin meinggal, kalung yang dipakai perempuan itu mungkin memang sama dengan kalung yang Kania miliki, tapi bagi Adrian itu tidak membuktikan apa-apa. Sekarang, Adrian akan mencari Bara, menghabisi nyawanya setelah berhasil menemukan Kania. "Adrian, udah! Kamu jangan pergi! Kita urus pemakaman Kania, mama tau kamu tidak terima. Tapi kamu harus bisa ihklasin Kania." "Bagaimana mungkin aku bisa ihklas, sementara itu bukan jasad Kania. Aku tidak akan membiarkan Bara membawa istriku. Bagiku, kalung itu tidak membuktikan apa-apa." "Adrian, berhenti berhalusinasi. Nggak mungkin orang lain punya kalung itu,

