Tidak butuh waktu lama bagi Adrian untuk memproses perceraiannya. Sekarang surat gugatan cerai sudah ada di tangan Kania, lengkap dengan tanda tangan Adrian yang sudah memantapkan diri untuk berpisah. Kania menatap nanar kertas itu, seharusnya dia bahagia dengan ini semua, karena ini yang dia inginkan. Tapi, entah kenapa Kania merasa hatinya tidak sepenuhnya ingin berpisah. Tidak rela jika Adrian benar-benar meninggalkanya. Benak Kania kembali berputar, meningat masalalu saat dimana pertama kali Kania datang ketempat ini, bersama nek Ami yang begitu menyayanginya. Kania benar-benar minta maaf pada mendiang nenek itu, karena ia tidak bisa mempertahankan pernikahannya bersama Adrian lagi. Begitupun dengan janjinya pada Amel, untuk terus bertahan di samping kakaknya. Kania sangat berharap,

