Satu tahun berlalu, tidak ada kesedihan yang terkupakan semenjak kepergian Amel. Bahkan hingga sekarang, tante Sonia masih belum percaya dengan kenyataan yang ada. Setiap kali masuk ke dalam kamar Amel, dia selalu berharap, anak perempuannya akan tertidur dengan nyaman di sana. Rindu? Tentu, bahkan tante Sonia tidak bisa menandingi bagaimana rasa rindu yang kian membuncah jiwanya. Kesedihan itu masih kentara terasa, rasa sakit yang sekoyong-koyong kenghampiri kian menepis dengan kuat, mematikan seluruh tubuh tante Sonia. Pelan-pelan tante Sonia membuang nafas, setiap hari dia selalu membersikan kamar Amel, kamar yang tidak dibiarkan dihinggapi debu sedikupun. Ini memang gila, tapi hanya itu yang bisa tante Sonia lakukan untuk melepas rindu pada Amel. Dulunya, tante Sonia serin

