Dani mengusap wajahnya gusar. Semenjak kedatangan Sharon beberapa hari lalu, gadis mungil itu seakan menghilang. Lelaki itu mengacak rambutnya kesal. Seharian ia terlihat begitu resah karena sudah beberapa hari ini ia tidak bertemu atau sekadar melihat gadis itu. Ia sudah mencoba untuk mengunjungi butik gadis itu, namun asistennya selalu melarang dengan beralasan Daisy sedang sibuk mengurusi beberapa desain terbarunya. Ia juga telah mengunjungi rumahnya, namun Yuna selalu mengatakan Daisy sedang tidur karena terlalu lelah bekerja, memikirkan desain-desain terbaru yang akan dibuatnya untuk meningkatkan kualitas butik miliknya. Akibatnya ia hanya berbincang hangat dengan wanita itu tanpa Daisy yang tertidur lama sekali! Membuatnya mau-tak-mau harus pamit pulang karena tidak dapat menunggu

