Tujuh Belas

1188 Words

Yuna menyipitkan matanya ke arah Sharon yang duduk dengan gelisah. Wanita itu sungguh tidak menyangka, gadis cantik yang nyaris terlihat begitu sempurna di hadapannya saat ini, ternyata adalah penyebab anak perempuan kesayangannya menghilang karena masalah besar dalam pekerjaannya. Sungguh licik. “Lalu, apa tujuanmu datang ke sini?” Tatapan wanita itu tak luput dari Sharon. “Mama, ih! Sharon sudah minta maaf, kok. Ayolah, nggak usah dibahas lagi!” Seru Daisy tertahankan melihat ibundanya itu terlihat ingin meluapkan amarah pada Sharon di hadapan Maretha juga Dani saat ini. “Mama ih, mama ih!” Yuna mendelik ke arah Daisy, merasa terganggu. Tatapannya kembali beralih pada Sharon. “Saya hanya ingin meminta maaf pada Daisy juga Dani, Tante. Maafkan saya,” jelas Sharon dengan kepala tertun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD