Sembilan Belas

2410 Words

Daisy mengetuk pelan dahinya dengan ujung pensil yang dipakainya untuk membuat sebuah sketsa. Ia mengamati desain terbarunya dengan mengernyit samar, kemudian menggaruk pelipisnya seraya meringis kecil. “Kau baik-baik saja, Daisy?” Gadis itu mendongak, mendapati Sharon yang tengah berdiri di ambang pintu ruangannya. Ah, apa ia lupa mengatakannya? Ya, mereka kini telah berkerja sama. Butik besar yang dimiliki Sharon, tidak menjadi milik Daisy seutuhnya. Tapi milik keduanya. Atas nama mereka. Daisy tidak ingin bila Sharon pergi menjauh dengan rasa bersalahnya yang masih tersisa. Ia ingin Sharon turut merasakan kebahagiaannya, dan memudahkan misinya dalam menyatukan sebuah pasangan baru! Daisy tersenyum lebar dan menggeleng, “Yep. Aku baik-baik saja, hanya butuh sedikit pencerahan untuk d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD