Rick baru saja tiba di mansion Evacska, ia membawa satu koper berisi pakaian dan kebutuhannya. Tanpa perlu mengetuk pintu, Greg sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut kedatangan Rick.
"Selamat datang.. Tuan Rick!"
"Hmm, terima kasih"
"Saya akan mengantar anda menuju kamar Nona Annabeth!"
"Begitu banyak kamar disini, kenapa aku harus tidur di kamar Beth?"
"Maaf, Tuan. anda bisa langsung bertanya pada Nona saat ia pulang!"
"Kemana Beth?"
"Nona sedang pergi menemui seseorang,"
Langkah Greg terhenti, ia berada di depan sebuah pintu kamar.
CEKLEK
"Silakan masuk, Tuan Rick!"
Rick masuk terlebih dahulu kedalam mansion, lalu diikuti oleh Greg di belakangnya.
"Tempat pakaian di sebelah sana, lalu sudut kiri adalah kamar mandi. Di samping itu adalah walk in closet milik Nona Beth, anda bisa meletakkan barang anda disana. Jika anda membutuhkan sesuatu silakan memanggil maid dengan menekan tombol disana, " sembari menunjuk sebuah tombol di damping ranjang
"Baiklah, aku mengerti.. Terima kasih!"
"Saya permisi dulu, Tuan. silakan beristirahat ,"
Greg melangkah keluar dari kamar dan menutup pintunya.
BRAK
Rick berjalan menuju walk in closet, ia menata barangnya disana. Rick tak terkejut dengan semua koleksi milik Beth. Tentu wanita itu memiliki segala brand dan juga koleksi yang mahal. Iris Rick terhenti saat ia melihat satu lemari dengan produk yang pernah ia bintangi. Ya, Beth memiliki apa yang pernah Rick kenakan maupun iklankan. Bahkan jam tangan Rick yang ia jual seharga ratusan juta dolar juga ada disana. Betapa gilanya Beth memiliki semuanya.
"Holyshit! Wanita ini benar-benar gila! Ia memiliki semua barangku! Bagaimana bisa?!" gumam Rick
Setelah merapikan barangnya, Rick memutuskan untuk mandi. Ia ingin membersihkan diri agar lebih fresh.
Gemericik air terdengar dari dalam kamar mandi. Rick tidak mengetahui bahwa Beth sudah berada di belakangnya.
Beth yang kini bertelanjang, mendekati Rick secara perlahan. Beth memeluk tubuh Rick, membuat Rick terkejut dengan kehadirannya.
"s**t! Apa yang kau lakukan?" tanya Rick penuh emosi
"Tenanglah, Sayang ! Aku hanya ingin mandi bersamamu!" ujar Beth dengan ringan
"Kau gila!"
"Akan ku ingatkan isi perjanjian itu jika kau lupa! Kau harus bersikap baik disini, Tuan Rickard!" Beth menekan suaranya
Rick berdecak, ia menyudahi mandinya dan berjalan melewati Beth. Beth hanya tersenyum licik melihat Rick yang lewat begitu saja.
Beth memilih untuk mandi, agar ia bisa sedikit tenang. Setelah selesai, Beth keluar dengan memakai handuk yang menutup bagian d**a hingga bawah.
"Baiklah.. aku sudah disini! Sekarang apa maumu?" tanya Rick dengan tegas
Beth melepaskan handuknya, ia memperlihatkan tubuhnya yang tanpa sehelai kain itu di hadapan Rick. Rick
Menghela napas, ia hanya melihat tetapi tidak merasakan apapun.
"Apa kau tak memiliki gairah dengan tubuhku ini?" Beth mencoba bertanya
"Kau sudah tau siapa aku, apa perlu aku menjelaskan bahwa aku tidak b*******h sama sekali denganmu!"
"Benarkah? Lalu bagaimana bisa aku memiliki anak darimu? Bahkan melihatku yang seperti ini saja kau tak b*******h!"
"Ini akan sia-sia, aku tak akan bisa melakukannya denganmu!"
"Kita belum mencobanya! Kenapa kau bisa seyakin itu jika hal ini akan sia-sia?"
Beth berjalan mendekati Rick, Ia menatap iris biru milik Rick. Beth mengalungkan tangannya pada leher Rick. Lalu ia mendekatkan tubuhnya, perlahan ia mencium bibir Rick. Beth melumat bibir itu dengan perlahan. Rick yang dalam posisi itu hanya terdiam, ia bahkan tak membalas ciuman Beth.
Beberapa menit berlalu, Beth melepaskan ciumannya dan menjauh dari Rick. Beth berjalan masuk kedalam walk in closet untuk mengenakan pakaian.
"Waktunya makan siang, jika kau mau bergabung silakan saja! " ujar Beth yang berjalan melewati Rick
CEKLEK
BRAK
"Sialan! Kenapa jantungku berdegub kencang! Tidak, tidak boleh! Jika aku tak memberinya anak, bagaimana dengan nasib pedro!" gerutu Rick
Rick mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya. Tidak ada pesan disana, sepertinya Pedro benar-benar menjauhinya saat ini.
Rick mencoba menghubungi Pedro, tetapi nomornya sedang tidak aktif.
"Kemana Pedro?! Menjengkelkan!"
Rick memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya, ia berjalan keluar kamar dan menghampiri Beth yang berada di ruang makan.
"Hai.." sapa Rick
"Hai, Rick.. duduklah! Kita makan bersama!"
Rick menarik kursi di samping Beth, ia duduk dengan tenang sementara maid menyiapkan makanannya.
"Aku akan pergi lagi! Terserah kau mau melakukan apa disini! Greg akan menemanimu berkeliling mansion jika kau mau!"
"Kau akan pergi kemana?" tanya Rick
"Ada urusan bisnis! Tidak lama, hanya sekitar satu jam."
Rick hanya diam, ia mulai menyantap makanan di hadapannya.
Beberapa menit berlalu, nampak piring Beth yang sudah bersih.
"Baiklah, aku sudah selesai.. aku pergi dulu! Aku harap nanti malam kau mau mencobanya lagi!" ujar Beth yang langsung melangkah menjauhi ruang makan
Rick hanya terdiam sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Kenapa hidupku sesial ini!" gumam Rick
Rick telah selesai dengan makanannya. Ia memilih untuk berkeliling bersama Greg.
"Sudah berapa lama kau bekerja dengan Beth?" tanya Rick pada Greg
"Entahlah.. kalau tidak salah semenjak Nona berusia belasan tahun, Tuan"
"Sudah lama sekali! Kau pasti sangat mengenal Beth"
"Tentu, Tuan"
"Bisakah kau memanggil nama saja? Cukup panggil namaku! Tanpa ada kata Tuan di depannya!"
"Baiklah jika itu mau anda!"
Kini mereka berada di taman belakang mansion, Greg memberitahu Rick, jika Beth sangat suka tempat itu. Beth akan berdiam diri disana hingga perasaannya membaik.
"Tempat ini memang nyaman, meski semuanya buatan manusia. Namun suasana yang dihasilkan sungguh membuat siapa saja yang datang menjadi tenang!" ujar Rick
"Anda benar.. sepertinya Nona sudah kembali," ujar Greg
"Benarkah? Sepertinya ia tak pernah pergi lama dari mansion ini!"
"Memang Nona sangat jarang keluar lama,"
Mereka kembali masuk kedalam mansion. Rick melihat Beth masuk kedalam mansion. Beth tersenyum pada Rick. Tanpa sadar, Rick juga membalas senyuman itu.
"Apa kau sudah berkeliling?" tanya Beth
"Sudah.."
"Aku ingin beristirahat dikamar, apa kau mau menemaniku?"
"Baiklah, akan kutemani"
Beth berjalan menuju kamarnya, Rick juga mengekor di belakang Beth.
CEKLEK
"Mansionmu terlalu besar untuk kau tinggali sendiri, Beth!"
"Mansion ini adalah yang kedua setelah mansion utama di Paris." sembari mengganti pakaian di walk in closet
"Apa kau tak memiliki saudara?"
"Aku punya, hanya saja.. kami sedang menjaga jarak!"
"Apa yang kau lakukan sehingga membuatnya menjaga jarak?"
"Hanya masalah kecil, terkadang ia kemari untuk melihatku.. Tentu aku sedikit tidak menggubrisnya, meski aku tau jika ia khawatir denganku!"
"Sepertinya saudaramu sangat menyayangimu, Beth!"
"Ya, apapun yang aku lakukan, ia selalu tau!"
Beth berbaring di atas ranjangnya yang berukuran king size. Ia menepuk tempat kosong di sampingnya.
"Kemarilah! Aku sudah lama menantikan saat ini. aku tau kau tak mungkin bisa melakukannya secara langsung, aku akan bersabar untuk itu."
Rick mendekati Beth, ia naik keatas ranjang dan berbaring di samping Beth. Beth mendekatkan tubuhnya dengan Rick. Ia memeluk dan mencium aroma tubuh Rick yang khas. Senyumnya merekah, lalu ia memejamkan matanya.
" Tetap seperti ini, hingga ku tertidur. " bisik Beth
"Tidurlah! Aku tak akan pergi kemana-mana hingga kau membuka mata."
Rick memilih untuk ikut memejamkan mata. Meski posisi itu membuatnya tak nyaman. Rick berusaha untuk profesional, ia menganggap hal itu seperti pekerjaannya. Rick membalas pelukan Beth, lalu ia mulai terlelap dengan mendekap tubuh Beth yang beraroma manis itu.