Chapter 4

1117 Words
Rick melempar berkas yang baru saja ia baca. Ia menyetujui perjanjian yang di buat oleh Beth. Isi perjanjian ; Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Rickard Abercio Solon Tempat, tanggal lahir : Washington DC, 5 February Alamat : 432 Park Avenue Dengan ini menyetujui sebuah kontrak dengan Annabeth Jeslyn Evacska, yang berbunyi sebagai berikut : * Rick bersedia tinggal di Mansion keluarga Evacska selama enam bulan. * Rick bersedia b********h dengan Annabeth hingga hamil. *Rick bersedia bersikap baik pada Annabeth selama tinggal di Mansion. Setelah semua keinginan Annabeth untuk hamil terpenuhi. Maka Rick berhak mendapatkan : * Berkas mengenai dirinya dengan Pedro. * Rick mendapatkan lima belas persen saham keluarga Evacska. * Annabeth akan memastikan dirinya untuk tidak muncul dan mengganggu kehidupan Rick lagi. Surat perjanjian ini di buat dengan kesadaran diri. Saya akan bertanggung jawab dan menerima konsekuensi jika melanggar perjanjian ini. Beth tersenyum bahagia, ia tak menyangka akan segera mendapatkan apa yang diinginkan. Beth memberikan waktu tiga hari untuk Rick mengemas barangnya. Setelah itu Rick harus tinggal di mansion milik keluarga Evacska. "Aku hanya berharap semua ini selesai dengan cepat!" ujar Rick kesal "Baiklah, kau boleh pergi. Ingat! Tiga hari lagi kau harus sudah berada disini! Selama perjanjian itu berjalan, kau masih bisa melakukan kegiatan syuting dan lainnya, " jelas Beth "Hah! Dasar wanita licik!" Rick berjalan keluar dari mansion, ia melajukan mobilnya menuju apartemen milik Pedro. Ting Tong Ceklek "Sayang, kau bilang akan kemari lusa!" tanya Pedro yang terkejut melihat Rick datang "Temani aku, karena untuk beberapa bulan kedepan, aku tidak bisa datang kemari!" jelas Rick "Apa maksudmu?" "Akan ku ceritakan di dalam!" Rick masuk kedalam kamar, Pedro hanya mengekor saat Rick masuk ke dalam kamarnya. "Wanita gila itu..." ucapan Rick terhenti "Apa yang ia lakukan sekarang? Kau terlihat kacau, Sayang!" "Wanita itu mengetahui tentang hubungan kita!" jelas Rick "Apa? Tapi bagaimana bisa? Sedangkan kita tidak pernah terlihat bersama diluar sana!" "Entahlah! Aku juga tak tau!" Pedro menarik Rick kedalam pelukannya, perlahan ia mengusap punggung Rick. Rick terlihat tidak tenang, entah apa yang ia pikirkan. Pedro melepaskan pelukannya, ia mencium Rick dengan gairah penuh. Berharap Rick akan baik-baik saja setelah ciuman itu. Saat akan melepaskan ciumannya, justru Rick semakin gencar melumat bibir Pedro. "Ehm," desah Pedro tertahan oleh bibir Rick Rick melepaskan ciumannya, ia melepaskan pakaian yang di kenakan Pedro, lalu ia melepaskan pakaian miliknya. Rick kembali menyerang Pedro dengan ciuman yang lebih b*******h lagi. Mereka saling bertukar saliva, bermain di rongga mulut masing-masing. Tangan Rick meremas kejantanan Pedro yang sudah tegak berdiri, begitupun sebaliknya. Pedro melepaskan ciuman Rick, kini ia menurunkan posisinya hingga menatap kejantanan milik Rick. Pedro tersenyum, seakan sedang menatap sebuah permen. Ia mengulum kejantanan Rick, menjilat dan menghisap. "Ouh, Sayang.. Itu sangat nikmat," desah Rick Pedro terus melakukan gerakan maju - mundur. Hingga kejantanan Rick basah karena kegiatan Pedro. Cukup lama Pedro mengulum kejantanan milik Rick. Hingga tubuh Rick menegang, lalu ia menyemburkan cairan kentalnya didalam mulut Pedro. Tentu Pedro dengan senang hati menelannya. "Kau selalu membuatku puas," ujar Rick Setelah puas, Rick membantu Pedro untuk mencapai pelesapannya. Setelah mereka selesai, keduanya masuk kedalam kamar mandi, dan mereka mandi bersama. "Berapa lama wanuta itu akan menahanmu?" tanya Pedro yang sedang menggosok punggung Rick "Enam bulan, selama itu aku akan tinggal bersama wanita gila itu!" ujar Rick dengan nada kesal "Aku akan merindukanmu! " Pedro nampak sedih mendengar ucapan Rick "Aku akan sering menghubungimu, bersabarlah!" "Baiklah," Selesai dengan kegiatan di kamar mandi. Rick kembali mengenakan pakaiannya, ia bersiap untuk kembali ke apartemen miliknya. "Makanlah dulu sebelum pergi, aku membuat lasagna kesukaanmu," ujar Pedro "Tentu, aku akan menghabiskannya seperti biasa," Rick berjalan menuju dapur, ia duduk di meja makan. Pedro menghidangkan lasagna buatannya. "Terima kasih karena kau sudah sangat bersabar denganku!" ujar Rick tiba-tiba "Sayang, jangan membuat air mataku keluar! Kau tau aku tidak bisa menahannya jika kau berkata seperti itu!," "Hahaha.. sudahlah , jangan menangis!" "Ya, aku tidak akan menangis!" Rick menghabiskan makanannya hingga tak tersisa. Setelah itu ia berdiri lalu berpamitan pada Pedro. "Aku pergi! Jaga dirimu baik-baik!" ujar Rick "Tentu, kau juga! " Rick berjalan keluar dari apartemen itu. Ia menuju mobilnya dan pergi dari sana secepat mungkin. *** Hari ini Rick mengepack beberapa pakaiannya. Catherine yang melihat Rick hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Pada akhirnya kau memilih Beth.. Sebenarnya ada apa?" tanya Catherine yang masih penasaran dengan alasan Rick "Aku sudah menjelaskannya padamu! Jangan melontarkan pertanyaan yang sama setiap detiknya!" "Aku hanya tidak percaya saja, seorang Rickard memutuskan menerima tawaran untuk tinggal di mansion milik keluarga Evacska. Sedangkan beberapa tahun ini, kau bersikeras menolak wanita itu! Aku yakin ada yang kau sembunyikan Rick!" "Baiklah, di antara aku dan Beth hanya hubungan di atas kertas!Aku melakukan sebuah perjanjian dengan Beth, dan aku akan mendapatkan keuntungan dari perjanjian itu!" jelas Rick "Perjanjian apa?" "Kau cukup tahu sampai disitu saja, Cath! Jangan pernah mencari tahu lagi! Atau kau lebih suka kembali pada suamimu yang tak tau diri itu?" "Kau!! terserah!" ucap Catherine kesal Catherine memilih untuk pergi dari kamar Rick. Ia menuju minibar yang berada di apartemen, Catherine meneguk segelas sloki wine. Ia memikirkan tentang ucapan Beth yang memberitahunya bahwa ia akan segera mendapatkan Rick. "Apa yang kau lakukan pada Rick, Beth?" gumam Catherine Rick selesai mengepack barangnya. Ia berbaring dinatas ranjang dan melihat ke layar ponselnya. Ada pesan masuk dari Pedro. Text Message From Pedro 'Selama kau berada di mansion itu, aku akan pergi berlibur ke Brazil. Aku akan mengirimkan pesan selama disana, jadi kau tak perlu cemas. Aku mencintaimu Sayang!' To Pedro 'Bersenang-senanglah, aku minta maaf tidak bisa menemanimu. Aku juga mencintaimu' Rick melempar ponselnya ke samping. Ia mendengus kesal dengan masalah yang tengah ia hadapi. Bagaimana bisa ia bisa mengenal wanita gila seperti Beth. Lelah memikirkan setiap kejadian yang ia alami beberapa waktu ini, Rick memutuskan untuk tidur. Ia harus berada di mansion Evacska keesokan harinya. *** Sedangkan disisi lain, Beth mempersiapkan kamarnya agar bisa ia tempati bersama Rick. Beth juga menyiapkan satu lemari untuk barang-barang milik Rick. "Nona, kau nampak bahagia," ujar Greg yang melihat Beth terus tersenyum beberapa waktu ini "Tentu aku bahagia, sebentar lagi aku akan mendapatkan keturunan dari Rickard! Meski aku tak dapat memiliki lelaki itu sepenuhnya, setidaknya aku memiliki keturunan darinya. Seorang anak yang akan melanjutkan perjuanganku untuk memimpin keluarga Evacska," jelas Beth "Nona... Apa anda tidak terlalu egois?" tanya Greg "Kau sama saja dengannya! Sudah kubilang, aku tidak akan seperti ini jika ia mau menerimaku!" ujar Beth yang terlihat kesal sekarang Greg menelan ludahnya kasar, sepertinya pertanyaan itu membuat mood Beth menjadi jelek. "Maaf jika saya lancang, Nona!" ujar Greg menyesal "Sudahlah, sebaiknya kau berjaga di depan! Aku ingin menenangkan pikiranku!" "Baik, Nona!" Greg melangkah pergi dari kamar Beth. Ia menuju taman dan duduk disana sembari menikmati suasana sore hari. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD