Bima kembali masuk ke kamar sesaat setelah menyeduh cokelat panas untuk istrinya. Berharap segelas cokelat panas yang ia bawa bisa membantu mengurangi stres dan membuat tubuh Kirana merasa nyaman dan lebih tenang. Saat membuka pintu kamar, Bima mendapati Kirana sedang tertidur. Calon ayah itu tersenyum, kemudian meletakkan gelas di atas nakas. Ia duduk di bibir ranjang dan menatap lekat istrinya yang terlelap. Tangannya terulur untuk membelai lembut rambut Kirana. “Aku minta maaf, ya, Sayang. Aku janji nggak akan bikin kamu hancur lagi. Aku janji akan jagain kamu dan anak kita dengan segenap jiwa dan raga aku.” Bima mengecup kening Kirana, lama, sebagai tanda permintaan maaf dan rasa sayang yang mendalam. Kemudian laki-laki yang masih memakai kemeja kerja itu memilih untuk merebahkan di

