Patah Hati

1153 Words

“PAPAAA!” Kirana syok melihat adegan tak senonoh yang dilakukan ayahnya di dalam lift bersama perempuan berambut cokelat. “Kirana? Bima?” Kakek tiga cucu itu langsung melepaskan pelukan. Si perempuan muda berbulu mata palsu itu tampak salah tingkah dan merapikan lagi penampilannya. Tanpa basa-basi, Kirana segera menyeret Rani keluar lift dengan kasar. Satu kali hentakan, Rani sudah terjerembap di lantai. “Belum puas lo ganggu keluarga gue? Dasar Jalang!” Kirana menampar Rani, keras. “KIRANA!” Pekik dua laki-laki yang pernah menyicipi Rani itu. “Lo butuh duit berapa, sih? Hah?!” Kali ini rambut Rani jadi sasaran Kirana. “Aw! Sakiiit!” rengek Rani saat merasakan pedih di kulit kepalanya akibat jambakan Kirana. “Kirana! Cukup!” tegur Pak Hamid. Sementara Bima masih terdiam, sengaja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD