33. Sama-sama kacau

1115 Words

Nava masuk ke kamarnya dengan wajah yang sudah ditekuk, merasa kesal karena melihat Raka bersama Nova dan Indri. "Kayaknya keputusan aku buat nolak Raka udah bener, deh. Nggak mungkin aku bisa tahan punya pacar sesempurna dia. Pasti banyak yang deketin, lihat dia ngobrol sama cewek lain aja aku cemburu." Nava membanting tubuhnya di ranjang, memejamkan matanya sejenak. Namun, bayangan wajah Raka hadir dalam benaknya, bayangan di mana Raka hendak menciumnya. "Argh, kenapa sih aku keinget dia terus?" Gadis itu mengacak-acak rambutnya, menggebrak kakinya dan menenggelamkan wajahnya di kasur. Di tempat lain, Raka masih bingung memikirkan apa yang akan ia lakukan. Lalu, ia berniat mengembalikan uang yang Nava gunakan untuk membayar makanan dan minuman di kafe. Segera ia mengirim pesan untuk g

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD