Nava merasa gelisah, menggulingkan badannya ke kanan dan ke kiri. Memeluk bantal dan lalu memejamkan matanya, membayangkan wajah Raka yang kala itu hendak menciumnya. "Aku gila kalo aku nggak suka sama cowok seganteng Raka. Ganteng banget, udah macem artis ibu kota aja. Tapi gimana? Gimana aku bilang ke dia kalo aku ini Bawang Putih? Gimana kalo sampe mati dia nggak suka sama Bawang Putih? Terus, gimana juga aku jelasin Emi?" Nava bangun dan kembali duduk di ranjangnya. "Emi, maafin aku, aku juga suka sama Raka dan Raka suka sama aku." Nava mempratikkan bagaimana caranya ia meminta maaf pada temannya. Gadis itu lalu menjambak rambutnya. "Ah, Emi bisa langsung mukulin aku kalo begini ceritanya." Ketika Nava masih merasa gelisah, sebuah pesan masuk ke ponsel keduanya. Ya, itu adalah pesa

