Part 26

3185 Words

“Aku sudah tidak sabar untuk besok,” Novita berbisik di telinga Dellia yang membuat gadis itu sedikit merinding dibuatnya, ia tentu merasa tidak terbiasa dengan napas Novita yang mengenai telinganya yang merupakan area sensitif baginya. Dellia mengusap telinganya sambil melirik ke arah papan tulis yang terisi penuh dengan rumus matematika yang sedang ditulis oleh Bu Susan. Tampak begitu rumit dan memusingkan kepala, ia baru mengalihkan perhatiannya sebentar saja papan tulis berwarna putih itu sudah penuh dengan rumus-rumus yang semakin membuat kepalanya pusing tujuh keliling. “Aku juga, tapi kita bahasnya nanti saat waktu istirahat. Kamu tidak mau ‘kan kalau kita ketahuan ibu Susan sedang mengobrol di dalam kelas?” Dellia ikut berbisik di telinga Novita yang membuat gadis tertawa kecil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD