Part 27

3245 Words

Dellia mengangkat gelas Vanilla Latte yang sudah ia pesan lima menit yang lalu sejak memasuki café Cahaya yang berada tidak jauh dari sekolahnya. Hanya cukup berjalan kaki selama kurang lebih sepuluh menit maka sudah sampai. Saat ia mengedarkan pandangannya ke penjuru café, ia bisa melihat ada beberapa siswa-siswi yang berasal dari sekolah yang sama dengannya sedang berkencan. Wajar saja, café ini selain dekat harganya juga terjangkau untuk kantong anak SMA seperti dirinya yang belum perpenghasilan sendiri. Vanilla Latte-nya sudah hampir habis, namun orang yang ia tunggu tak kunjung datang juga. Ia mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja, membuka pesannya yang mengajak Raka untuk bertemu dan membaca pesan balasan dari Raka untuknya. [Boleh. Akan kuusahakan tiba lebih cepat di s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD