Mata Naya tak henti-hentinya menjelajahi villa besar itu. Melangkah pelan sembari memerhatikan pilar-pilar kokoh dan mencari tahu, di mana sebenarnya dia berada saat ini. Walau George bilang mereka berada jauh dari tempat keramaian, namun dia tetap penasaran karena memang tidak terdengar suara siapa pun di sini. Sunyi. Naya memeluk tubuhnya sendiri sambil berjalan menuju sebuah jendela yang memperlihatkannya pemandangan luar. Kedua alisnya harus mengernyit begitu melihat di sekitar villa terlihat pepohonan besar dan rumput yang luas. Tidak ada rumah dari apa yang dia lihat. Dibawa ke mana dia sebenarnya? Tempat ini mengingatkannya pada pemandangan rumah sang kakak dulu. Naya jadi merindukan Arsen. Seandainya, seandainya saja dia tidak menolak untuk tinggal bersama kakaknya dari pada bers

