Naya terdiam di meja makan dan hanya menatap hidangan di depannya tanpa minat. Dia takut seseorang meracuninya. Orang yang kini duduk dengan tenang sembari menatapnya dan tak melepaskan pandangannya sedikit pun. "Kenapa tidak dimakan? Kau takut aku meracunimu?" Tubuh George condong ke depan. Matanya menatap Naya dari jarak yang sangat dekat. Dia bisa melihat ketakutan yang berusaha disembunyikan oleh wanita itu. "Tidak ada yang tahu kau akan membunuh atau membiarkanku hidup." Kepala Naya tertunduk. Dia mengeratkan genggaman tangannya pada sendok makan. "Itu tidak mungkin. Aku tidak membunuh orang tanpa alasan," ucap George sambil terkekeh dan menutup mulutnya. Dia sibuk menyuapkan makanan tanpa mengalihkan perhatiannya dari wanita cantik yang berhasil dia bawa. "Itu artinya, kau tetap

