Naya meminum whiskey di gelasnya dengan sekali tandas. Dia duduk seorang diri di bar table. Tidak ada Rey atau Jonathan yang menemaninya. Mereka semua tidak dia temukan begitu membuka mata. Hanya sebuah surat tadi pagi yang Rey selipkan di bawah pintu kamarnya. Lelaki itu mengatakan akan pergi dan mungkin tidak langsung kembali. Hari weekend, Naya lalui seorang diri. Dia khawatir jika Rey sebenarnya sengaja menjauhinya karena ucapan konyolnya kemarin malam. "Lagi! Aku ingin lagi!" Naya mengangkat gelas miliknya ke arah sang bartender. Memintanya untuk mengisi kembali. Kesadarannya sudah hampir hilang. Namun sebelum sang bartender mengisinya kembali, gelas itu sudah lebih dulu diambil seseorang. Bersamaan dengan sebuah pelukan erat di pinggang rampingnya. "Kau terlalu banyak minum." Naya

