"Tolong jangan lukai Nathan." Naya memegang tangan seorang lelaki yang saat ini tengah berdiri membelakangi. Menatap pemandangan malam tanpa ditemani siapa pun. Dia memberanikan diri untuk memegang pergelangan tangan lelaki itu. Hingga membuatnya membalik badan ke arahnya. Ruangan yang terlihat remang-remang, tak menyurutkannya untuk dapat melihat sosok lelaki berambut pirang dengan senyum memesona. "Kenapa kau menemuiku?" Naya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Menatap ruangan yang terlihat seperti perpustakaan itu. Kenapa George menghabiskan waktunya di sini, bukan di kamar? Seorang diri tanpa Sherly yang menemani. Sialnya, dia justru mencari lelaki itu sekarang. "Aku ingin bicara." "Sherly sepertinya keterlaluan." George menatap wajah Naya dengan lekat, tanpa memedulikan perkata

