Naya berbaring di atas sofa dengan paha Rey sebagai bantal. Selimut kini membungkus tubuhnya. Merasakan tangan Rey yang mengelus lembut rambutnya. Mereka berdua fokus pada layar televisi yang menampilkan acara berita lokal sambil sesekali, Rey memainkan ponselnya. Ini sangat nyaman. Naya hampir terlelap dalam mimpi saat merasakan elusan lembuat di kepalanya. Rey membuatnya merasa sangat nyaman sampai untuk beranjak saja, sepertinya akan sangat sulit. Akan tetapi, sialnya semua itu tidak bertahan lama saat sebuah saluran televisi berganti dan menampilkan sebuah gambar Jonathan. Tidak, bukan foto melainkan video wawancara. Terlihat saat Jonathan keluar dari gedung kantor dan langsung diserbu oleh beberapa wartawan. Laki-laki itu sepertinya sangat terkenal meski bukan seorang entertainer.

