Naya menatap pantulan dirinya di cermin. Dia tampak berbeda saat mengenakan pakaian formal. Kemeja panjang dan rok sebatas lutut. Rambut panjangnya kini diikat ke belakang dengan sebagian yang dibiarkan terurai. Kacamata bening terlihat bertengger di hidung mancungnya. Naya gugup. Dia akan membantu Rey mulai sekarang, walau sebagai asisten pribadi, karena dirinya masih belum bisa untuk menjadi sekretaris laki-laki itu. "Kau sudah siap, Naya?" Suara yang tak asing itu terdengar di telinganya dan membuat Naya sontak membalikkan badan. Menatap Rey yang tersenyum lengkap dengan pakaian rapi. Penampilan laki-laki itu terlihat sedikit berbeda dari biasanya dan membuat mata Naya tak bisa berkedip. Aroma parfum Oceanic yang menguar dari tubuh Rey, dapat tercíum oleh hidungnya. Menyegarkan. "Sia

