"Maaf, maafkan aku, Kak." Naya menundukkan kepalanya seraya memilin jari-jarinya. Dia tidak berani menatap Arsen yang sekarang tengah marah besar, begitu mendapati dirinya yang lagi-lagi melakukan hal tak senonoh dengan laki-laki. Mendapatkan dua tatapan mengintimidasi sudah membuatnya mati kutu. Rey juga tidak memihaknya kali ini. "Naya, jika kalau kau dalam masalah, harusnya kau katakan itu padaku. Jangan bertindak sendirian. Aku tidak mau kalau kau kembali dimanfaatkan," desah Arsen frustrasi. Jika Naya tadi tidak menahannya, dia mungkin akan langsung menghajar Jonathan. Namun tidak, begitu melihat wajah memelas adik kesayangannya. Alhasil, dia hanya mengusir Jonathan dan meminta Rey agar tidak membiarkan Naya berkeliaran tanpa didampingi. "Maafkan aku." Naya menggigit bibir bawahnya

