Naya duduk di sofa VIP room bersama Jonathan. Matanya tidak berhenti menatap sekitar, berusaha menghindari tatapan mengintimidasi dari laki-laki di depannya. Naya tidak mengerti apa yang ingin dibicarakan oleh laki-laki yang selama lima belas menit ini hanya menatap wajahnya. Hal yang membuat Naya menjadi sangat risi. Minuman pesanannya bahkan sudah tinggal setengah. Sedang makanan di depannya sama sekali belum disentuh. "Nathan." "Naya." Keduanya berucap bersamaan. Naya kembali terdiam sambil menyelipkan rambutnya. Dia jadi bingung harus mengatakan apa. Jonathan sempat menyuruhnya pergi ke kantor laki-laki itu tadi, tapi Naya menolak dan meminta agar mereka bertemu di restoran yang tidak begitu jauh dari rumah Rey. Naya tidak ingin kembali mengambil risiko jika terjadi sesuatu yang tid

