"Naya, kemarilah!" "Tidak, Sayang, kau harus kemari. Kaubilang, kau suka padaku 'kan?" Naya terdiam saat dua suara laki-laki yang dia kenal memenuhi gendang telinganya. Matanya berkedip beberapa kali saat melihat Jonathan dan Rey yang berbaring di ranjang sambil mengulurkan tangan seolah memintanya untuk menyambut uluran tangan itu. Apa ini? Bagaimana mungkin dia harus memilih salah satu dari mereka? Apa-apaan juga tubuh telanjàng itu? Dan kamar ini ... Naya tidak tahu kenapa mereka bisa ada di satu ruangan yang sama. "Rey, Nathan ...." "Kemarilah, Sayang. Aku berjanji akan menjagamu dari apa pun, termasuk dia," ucap Rey sembari menatap Jonathan, hingga laki-laki itu mulai menggeram, lalu kembali beralih menatap Naya. "Naya, kau milikku! Merangkaklah padaku. Jika tidak, aku akan sebark

