Naya berjalan pelan ke dalam rumah. Mengendap-endap sembari memeriksa keadaan. Memastikan apakah Rey sudah pulang atau belum. Dia sedikit terlambat karena Jonathan terus menahannya tadi. Naya bahkan tidak ingat bagaimana bisa dia luluh kembali oleh laki-laki itu. Pertemuannya hari ini tidak menghasilkan apa pun. Benar kata Rey, dia malah jadi santapan lezat laki-laki itu. Síalan. Naya menutup wajahnya dengan kedua tangan, kini dia menyesali apa yang terjadi. Dia benar-benar jalang. "Apa ini? Seseorang baru saja datang setelah bersenang-senang." Suara bernada menyindir itu mengalihkan perhatian Naya. Dia berjingkat kaget. Kepalanya menoleh dan mendapati Rey tengah duduk di sofa ruang tengah dengan kedua kaki menyilang. Matanya berkilat tajam. "R-rey, kau sudah pulang? Kukira kau masih sib

