Suka? Suka apa? Rey mengusap wajahnya bingung. Pernyataan yang Naya katakan tadi siang cukup mengganggunya dan karena itu pula, dia jadi tidak bisa fokus melakukan apa pun. Walau pun Naya adalah satu-satunya wanita yang tidak bisa dia sakiti dan tidak membuat traumanya muncul. Pengakuan itu terlalu membuatnya kaget. Síalan. Bagaimana jika Naya akan benar-benar mencintainya? Padahal kata-katanya kemarin tidak sungguh-sungguh. Dia hanya suka melihat wajah Naya yang kesal saat dia menggodanya. Soal perasaan, Rey sendiri meragukan dirinya. Yang dia tahu, dia hanya suka saat tangannya meremas kedua dadà sekal wanita itu. Menghisapnya seperti bayi yang kehausan. Saat miliknya memasuki Naya dan membuatnya mengeràng. Rey sangat suka saat dia bercínta habis-habisan dengan Naya. Naya sempurna unt

