Naya terdiam menatap Raline yang duduk sembari menenangkan keponakannya yang masih berusia sekitar satu tahun. Tangannya mengelus lembut perut ratanya. Apakah dia akan seperti itu ketika anaknya lahir nanti? Naya merasakan sesuatu berbunga-bunga dalam hatinya. Senyumnya mengembang, dia menantikan kehadiran calon anaknya. "Apa kau baik-baik saja, Naya? Kau tidak ingin sesuatu?" tanya Raline sambil menatap Naya yang mengelus perutnya dan tersenyum. Adik iparnya menceritakan tentang kehamilannya dan Raline tidak bisa mengatakan apa pun. Dia hanya bisa menahan rasa kagetnya yang luar biasa mendengar pengakuan Naya. "Ya, aku baik-baik saja, Kak." "Kalau kau perlu apa pun, katakan saja padaku." Naya membalasnya dengan senyum kecil. Dia kembali disibukkan dengan perutnya. Mengelus penuh sayan

