Naya menatap jalanan asing yang ada di depannya. Dia mengingat kembali alamat yang seseorang kirimkan. Dirinya tidak salah, ini arah jalan tepat menuju rumah kakak iparnya. Terasa sudah sangat lama dia tidak bertemu dengan Raline, Naya ingin berbicara dengan wanita itu mengenai apa yang terjadi. Dia harap, Raline bisa mempertemukannya dengan sang kakak, mengingat Rey atau pun Jonathan memilih bungkam. "Pak, berhenti di sini." Taksi yang ditumpanginya berhenti di depan sebuah rumah besar. Naya turun dalam keadaan kaki telanjang setelah memberikan beberapa lembar uang pada sang sopir. Saking terburu-burunya pergi dari rumah, dia tak sempat memakai sandal. Namun semua itu bukanlah sebuah hambatan baginya. Tanpa ragu dan khawatir, Naya membunyikan bel rumah dan menunggu beberapa menit. Rali

