Sebuah Dugaan

1303 Words

Naya menatap langit-langit kamar dengan segala pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya. Mau seberapa keras pun dia menolak, pada akhirnya Naya tetap tidak dapat menghiraukan perasaan yang sama. Deja Vu. Dia tidak merasa asing akan tempat ini, seperti rumahnya sendiri. Kehangatan yang diberikan oleh Arsen juga mengingatkannya akan sang kakak yang ikut tewas di masa lalu. Naya tidak percaya ini. Sepertinya dia harus memastikan sesuatu. Segera, Naya bangkit dari ranjang. Berjalan keluar kamar untuk melihat-lihat. Tentunya juga dengan catatan menghindari Raline sebisa mungkin. Dia tidak berani mendekati wanita itu setelah apa yang terjadi tadi pagi. Mata Naya tak berhenti menatap sekitar dengan langkah pelan menuruni anak tangga. Sangat sepi. Di sini seperti tidak ada orang lain selain d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD