"Minum obatnya, Rey." Naya menyodorkan sebutir kapsul dan segelas air hangat pada lelaki itu, usai sang dokter yang telah memeriksa Rey pulang. Dia tidak percaya jika lelaki ini pun bisa sakit. Rey kurang istirahat. Naya yang memang tidak tinggal bersama dengan lelaki itu lagi, kurang mengetahui apa yang dilakukan Rey sampai dokter mengatakan demikian. Dia selama ini selalu berpikir kalau Rey adalah sosok yang kuat. "Tidak, aku tidak mau minum obat. Aku ingin tidur, Naya," ucapnya dengan suara lemah. Rey menarik selimutnya sampai ke dadà. Berbalik memunggu Naya. Sudah dia bilang, kalau apa yang dirasakannya ini bukan sakit, dia hanya kurang istirahat. Sikap Rey yang seperti itu, ternyata sama sekali tidak mampu membuat Naya menyerah. Tangan kecilnya meraih tubuh besar tersebut agar kemb

