"ARSEN!" Tubuh Naya dan Rey membeku di tempat. Bola mata keduanya tampak melotot kaget. Mereka hampir mengira kalau orang itu adalah Arsen, namun yang terlihat justru adalah Raline. Wanita yang memergokinya sedang bersama Rey. Kenapa berkali-kali, Naya harus dipergoki oleh wanita itu? Dia sama sekali tidak mengerti. "A-anu, itu ... maafkan aku. A-aku tidak bermaksud m-mengganggu kalian," ucap Raline terbata-bata setelah tersadar akan apa yang dilihatnya. Wajahnya memerah saat melihat posisi Rey dan Naya yang terlalu intim. Naya yang melihat reaksi Raline, hanya mendengkus kesal. Dia hampir mati karena mengira kalau kakaknya yang menangkap basah dirinya. Sambil memegang tangan Rey, Naya berusaha menjauhkan diri. Akan tetapi, baru saat mereka akan melepaskan diri, terdengar sebuah suara d

