Chapter 23 - Sake dan jebakan

2134 Words

Mereka turun ke lobby, lalu menggunakan eskalator menuju lantai basement tempat konbini berada. Area hotel masih terlihat aman, tetapi suasana badai terasa dari jumlah staf yang berjaga dan beberapa pintu keluar yang ditutup. Di basement, konbini itu tetap buka. Seorang penjaga muda menyapa mereka dengan ramah. “Irasshaimase.” Anggita langsung mengambil keranjang. Adi mengambil satu juga. Beberapa rak makanan siap saji memang hampir kosong. Onigiri tinggal sedikit. Bento habis. Rak roti tinggal setengah. Namun bagian snack, minuman, dan perlengkapan pribadi masih cukup lengkap. Anggita langsung menghilang ke bagian snack. “Anggi.” “Iya, aku dengar.” “Kamu belum tahu saya mau beli apa.” “Aku tidak perlu tahu. Aku punya urusan sendiri.” Adi berjalan ke lorong lain. Ia berhenti d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD