Irwan pernah berpikir bahwa bekerja untuk Raden Mas Adiwangsa Hadiningrat adalah puncak karier. Gaji besar. Bonus besar. Akses ke jaringan bisnis internasional. Nama Nusantara Kencana Group di CV. Dan tentu saja, kesempatan untuk belajar langsung dari salah satu CEO paling dingin, paling strategis, dan paling ditakuti di Jakarta. Dulu, Irwan menganggap itu semua keuntungan. Sekarang? Sekarang Irwan berdiri di tengah ruang meeting hotel di Los Angeles, memegang tablet, tiga ponsel, satu folder tebal, dan secangkir kopi yang sudah dingin, sambil bertanya-tanya dosa apa yang ia lakukan di kehidupan sebelumnya sampai harus menjadi asisten pribadi Adi. “Pak Irwan,” panggil Nani pelan. Irwan menoleh dengan mata kosong. “Kalau ini kabar buruk, tolong bungkus dulu dengan doa.” Nani mene

