Chapter 34 - Cemburu

1052 Words

Panggilan dari nomor tidak dikenal itu masih menyala di layar ponsel Adi. Laras. Nama itu berdiri di antara mereka seperti bayangan lama yang tiba-tiba mengetuk pintu suite di tengah hari. Anggita menatap layar ponsel itu beberapa detik, lalu menatap Adi. “Angkat saja, Mas,” katanya pelan. “Aku juga ingin dengar suara spam dari masa lalumu.” Adi tidak mengangkat. Ia hanya menekan tombol reject, lalu meletakkan ponsel itu di atas meja. Anggita tertawa kecil. Tidak lucu. Tidak hangat. Hanya suara pendek dari perempuan yang sedang berusaha keras terlihat santai, padahal wajahnya sudah jelas-jelas cemberut. “Kenapa tidak diangkat?” “Tidak perlu.” “Oh.” Anggita mengangguk pelan. “Tadi bilang spam. Sekarang tidak perlu. Nanti apa lagi? Salah sambung dari cinta pertama?” Adi menatap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD