Keesokan harinya Bianca kembali pada semua rutinitasnya, kini Bianca sedang berada di studio rekaman. Bianca harus mendiskusikan beberapa hal tentang konsernya yang akan diadakan beberapa bulan lagi. Sejak dijemput oleh Radit, Bianca sudah mulai gelisah, janjinya pada Rezvan kemarin sore tentang pemberitahuan status barunya pada Radit mulai menghantui pikirannya. “Kak Radit.” Panggil Bianca ragu. “Hm.” gumam Radit menjawab panggilan Bianca. Bianca bergumam panjang dengan raut wajah bingung dan otak yang berpikir harus mulai pembicaraan dari mana dan bagaimana. “Apa Bian?” tanya Radit karna Bianca masih belum juga bicara. “Gak jadi kak.” ujar Bianca sambil tersenyum canggung. “Ohh ya udah.” ujar Radit kembali pada kesibukannya. Bianca menganggukkan kepalanya singkat lalu kembali mema

