bc

Badai Pasti Berlalu (Arfi - Kinan)

book_age16+
5.7K
FOLLOW
35.9K
READ
billionaire
others
second chance
CEO
drama
tragedy
sweet
bxg
lonely
widow/widower
like
intro-logo
Blurb

Adalah sebuah luka, saat Kinan harus berpura bahagia karena sahabat satu-satunya akan menikah dengan Arfi, lelaki yang diam-diam dia suka bahkan jauh sebelum sang sahabat.

Tapi apalah dia? Dia hanya seorang ‘Gadis Pembawa Sial’ - julukan yang dia dapat dari bapak kandungnya, yang berbagi darah di tubuhnya.

Adalah sebuah duka, saat Kinan harus kehilangan sang sahabat untuk selamanya. Adalah sebuah luka saat si lelaki pujaan kemudian menghujatnya, ikut menyematkan stigma pembawa sial.

Adalah sebuah duka tak berujung, saat Kinan juga harus kehilangan lelaki yang tulus mencintainya.

“Tuhan, kapankah badai ini akan berlalu dari diriku? Aku rindu datangnya matahari.” Bisiknya sendu.

***

Arfi menatap penuh kerinduan, perempuan berparas manis yang duduk di depannya.

“Tolong lupakan aku, seperti dulu Mas Arfi memintaku menjauh.” Bisik gadis itu, lelah.

“Kamu tahu Kinan, aku akan menunggu hingga awan hitam di hatimu pergi. Aku akan menjadi cahaya untukmu, karena akulah mataharimu.” Bisik lelaki tampan itu.

***

Cover by Beemedia

chap-preview
Free preview
Badai Pasti Berlalu - A Spoiler

Seorang gadis berparas manis, tampak duduk tenang di pojok coffee shop langganannya. Asyik menyendiri, abai kepada sekitar. Para pencari rupiah yang ingin sekedar melepas penat dengan santai sebentar sambil minum teh atau kopi, setelah seharian bekerja. Gadis itu kemudian melirik jam tangan yang melingkar manis di tangan kirinya. Tak berapa lama, gadis itu kemudian menutup sebuah buku tebal, ternyata sebuah novel, yang sudah kusam. Terlihat betapa dia menyayangi novel itu. Sebuah novel lawas, sebuah masterpiece dari Sang Maestro novel di negeri ini. 

Badai Pasti Berlalu, sebuah romansa karya Marga T. Novel itu sudah kusam dan lusuh, hingga dia harus sangat hati-hati menyimpannya. Entah sudah yang keberapa kali dia baca novel itu. Novel lawas itu milik sang ibu tercinta, yang dia sendiri tidak akan pernah melihatnya, karena ibunya meninggal beberapa hari setelah melahirkan dirinya. 

Tidak pernah bosan baginya membaca novel dengan judul yang sama dengan kehidupannya. Hidupnya penuh badai, yang entah kapan berlalu. Penuh badai? Ya! 'Gadis Pembawa Sial!' itu sebuah julukan yang disematkan sang bapak untuknya, yang tidak rela kehilangan istri tercinta. Beruntung, eyang dari ibu sangat menyayanginya dan mau merawatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang, untuk menggantikan sang putri satu-satunya. 

Besar tanpa kasih sayang orang tua - walau ada eyang yang sangat memanjakannya - membuatnya tumbuh menjadi gadis yang introvert. Dia lebih suka menutup diri, menarik diri dari pergaulan. Stigma itu sangat melekat padanya, karena diucapkan oleh seorang lelaki yang berbagi darah yang sama di tubuhnya. Di usia yang kedua puluh empat tahun ini, baru dua kali dia bertemu bapak kandungnya, tapi selalu diusir dan dimaki. 

Terakhir, dia coba melepas rindu pada sang bapak dengan membawa ijasah sarjana S1 dari Universitas Negeri terbaik di kota tempat tinggalnya. Menjadi lulusan terbaik dengan IPK tertinggi membuatnya berharap dengan membawa ijasah itu, sang bapak akan bangga padanya hingga luluh dan mau menyayanginya. Tapi, harapan hanya tinggal harapan. Tetap saja sang bapak tidak mau menerima kehadiran dirinya. Dilihat pun tidak. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk tidak mau lagi bertemu muka dengan lelaki yang sudah membuatnya hadir di dunia ini. 

"Eyang, Kinan tidak pernah minta dilahirkan ke dunia ini. Kenapa bapak sangat membenci Kinan, eyang? Apa salah Kinan? Kenapa Kinan selalu disebut Anak Pembawa Sial oleh bapak? Kenapa eyang?" Dulu, dia sering kali berkeluh kesah hal yang sama pada eyang tercinta. Bukan maunya untuk ada di dunia ini, justru bapak dan ibunya yang membuatnya hadir di dunia ini kan? Tapi kenapa dia begitu dibenci?

"Nduk, cah ayu, kamu tahu arti namamu? Kinanti Btari Pembayun. Sebuah nama cantik, secantik dirimu dengan arti yang juga indah. Kinanti, si bidadari cantik yang cerdas dan aktif. Nama itu pemberian dari bapakmu kan? Kamu tidak hanya secantik bidadari, tapi hatimu juga baik dan mulia. Mungkin bapakmu belum bisa ikhlas karena kehilangan ibumu. Tapi kamu punya kami, eyang kakung dan putri, yang akan menjadi orang tuamu." Selalu itu jawaban yang sama yang diucapkan eyang putri. 

Kinanti Btari Pembayun. Sebuah nama yang indah bukan? Sayangnya hidup yang dia lalui tidak seindah nama itu.

Terlalu banyak derita dan kesedihan yang harus dia lalui, untuk bisa mendapatkan bahagia. 

“Tuhan, kapankah badai ini akan berlalu dari diriku? Aku rindu menanti matahari.” Bisiknya sendu, letih. Hanya itu yang mampu dia panjatkan dalam tiap doanya. 

***

Beberapa bulan kemudian 

Kinan yang belum sembuh dari luka bakar 15% dan memakai kursi roda, datang mengunjungi sebuah makam. Di situ dia bertemu dengan Arfi yang melihatnya dengan mata penuh kebencian. 

“Kenapa bukan kamu saja yang ada di dalam tanah itu, hah?! Memang benar kata orang, kamu pembawa sial! Pergi kamu, dan jangan pernah ke sini lagi!” Bentak Arfi, membuat lukanya bertambah, tidak hanya fisik tapi juga di hati. Bukannya berterima kasih, Arfi malah mengujat Kinan, sama seperti bapak kandungnya. 

Tanpa Arfi pernah tahu, kelak dia akan sangat menyesali lisan yang dia ucapkan karena rasa amarah yang mendera. Lisan itu tertancap di hati Kinan, meninggalkan luka menganga, yang semakin membuatnya menderita. 

Adalah duka tak berujung, saat lelaki yang dia cinta turut menghujat dirinya. Kinan sudah memutuskan untuk menjauh dari Arfi, untuk memenuhi permintaannya, tanpa dia pernah coba bercerita bahwa karena dia, Arfi masih bisa melihat matahari hingga detik ini. 

***


Walau mempunyai judul yang sama dengan salah satu masterpiece novel yang pernah ada di Indonesia, tentu saja isi novel ini sungguh berbeda karena aku tentu gak sanggup untuk menyamai Sang Maestro. Nantikan kehadirannya, Insya Allah on April 2021 yak karena mau fokus dulu di Crazy Rich Daniel Tedja dan Terjebak Pelet. 

Gak bisa janji banyak, tapi cerita ini mungkin akan membuat mata berkaca-kaca. Ingat ya, untuk tap LOVE biar readers tercintah tahu kalau aku sudah mulai update. 

Mohon doanya ya... Loph youuu, banyak cinta buat kalian yang selalu menyemangatiku walau aku sekarang jarang bisa balas komen ^_^

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Cerita Cinta Ardilla (Abi Family #2)

read
184.7K
bc

Rewind Our Time

read
149.0K
bc

Caliana, Bukan Istri Cadangan

read
122.5K
bc

Luka Hati Seorang Istri

read
257.7K
bc

LUKA DI ATAS LUKA

read
78.7K
bc

Kelana: Aku, Ibu dan Dia ( Bahasa Indonesia )

read
239.4K
bc

Kawin Paksa (Adams Family #3)

read
373.8K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play