Aku berlari-lari kecil di lorong belakang hotel, bukan lorong sebenarnya namun jalan setapak yang berada di tengah bangunan hotel dan masjid. Tidak ada yang lewat sini setahuku, ini kujadikan jalan pintas agar cepat sampai ke resto. Walau sebenarnya aku hanya kebetulan melihat celah ini dan untungnya bisa dilewati. Sudah seminggu berlalu sejak aku mengikuti UAS dan sejak itu pula hidupku sangat damai. Bagaimana tidak, seminggu ini aku tidak melihat penampakan Pak Abi sama sekali. Aku tidak menghindari seperti waktu lalu. Aku bekerja setiap hari seperti biasa dan aku tidak melihatnya dimanapun. Maksudku disekitarku. Mungkin dia mulai lelah menggangguku, aku harap demikian. “Mbak Kinan,” panggilku ketika melihat Mbak Kinan keluar dari masjid. “Ishana, baru mau sholat?” tanya Mbak Kinan y

