episode 20 , gelisah bag 2

757 Words
belum genap satu minggu anand sudah mulai gelisah, mimpi buruk yang tadinya berangsur-angsur menghilang kini datang lagi, bahkan trauma yang dia alami pun datang lagi, entahlah gadis itu memang membawa pengaruh yang luar biasa menurut nya , semenjak ada Nisa dia merasakan hidup nya normal seperti masyarakat pada umumnya, namun kenyataan beda, ia tetap berusaha bertahan walau hanya sebulan ia harus bisa mengalahkan trauma dan phobia nya itu, namun hasilnya nihil , lihat lah sekarang dia seperti orang gila, mondar mandir ngga jelas, setiap pelayan yang melayaninya harus pria, tidak boleh berdekatan dengan lawan jenis, itulah hal gila selama 1 minggu terakhir, hingga desas desus tersebar bahwa anand adalah seorang gay . belum kelar masalah perusahaan, di tambah lagi rumor yang beredar hingga akhir nya dia memutuskan bahwa Nisa akan dia jemput untuk menemani nya, ya mungkin hanya itulah solusi yang terbaik. **** " hoaaam " duh jam berapa ini ,,, hha jam 5,30 yah kesiangan sholat, Nisa pun beranjak dari tidur nya bergegas ke kamar mandi hingga ia lupa membawa handuk. " ceklek " terdengar suara buka pintu di dapur Nisa pun melihat betapa berantakan nya barang barang di bawah kompor, panci dan piring alumunium berantakan, namun sebelum ia menghampiri dia melihat sekelebat bayangan, dan dia pun mendekati bayangan itu ia yakin bahwa itu ada lah maling nya. dengan menggunakan keberanian penuh nisa memukul seseorang yang mengenakan pakaian serba hitam itu sedang berjongkok mencari sesuatu alhasil perang sapu pun di mulai, namun naas baru 2 kali pemukulan nisa sudah tak berdaya karna sapu yang ia pegang sudah berpindah tangan . "ampun ampun maling, jangan bunuh saya, kalau mau ambil silahkan ambil aja tapi tolong lepasin saya huhuhuhuhu. " "pftt,, ha ha ha ha, Hai bocah sudah berani kau ya pukul aku hah," kar'na tak tahan menahan tawa akhirnya dia pun tertawa terbahak bahak namun hanya sesaat di kala nisa sudah benar benar sadar bahwa yang iya pukul bukan nya maling melainkan tuan nya sendiri sambil memasang wajah garang nya seolah-olah sedang mengintimidasi Nisa. "tuaaaan,,, saya kira maling habis pagi pagi sudah bikin orang kaget aja, liat tuh dapur berantakan terus ngapain tuan duduk di situ ". (Nisa) "loh kok aku yang di salahin harusnya kan aku yang marah marah kenapa kau yang malah marah marah hah. " (Anand) "salah sendiri bikin ribut emang enak di pukul pake sapu rasain tuh wlee", batin nisa. "hehh, kenapa diam saja baru merasa bersalah ia" ", hmm oke kali ini aku akan beri keringan hukuman tapi sebagai gantinya kau harus ikut aku ke Belanda dan tidak ada penolakan titik. " "hhaaaahhh, ngga saya ngga mau saya takut naik pesawat nanti jatoh tinggal nama doang" ", huhu tuaan izinkan saya ngga ikut ya, engga apa apa deh saya kena hukuman berat yang penting saya ngga ikut ya tuan ya pleaseee. " (Nisa) "tii daak bii saa. kau harus ikut sekarang harus siap siap jam 8 pesawat akan berangkat titik" . anand pun tersenyum puas akhirnya rencananya berhasil walaupun badan nya lah yang jadi korban pemukulan, nampak nya ia menggunakan kekuatan penuh di saat memukul karna badan nya pada sakit bahkan tangan nya pun memar ada tanda merah di tangan putih nya itu karna ia berusaha untuk mengambil alih sapu nya. "huft dasar bos kurang kerjaan bisa nya merintah aja" ", pokoknya titik tidak ada penolakan , huh sebel, tapi ini kan belum ada satu bulan perasaan baru seminggu deh hadeuh pusing pusing." *** Anand tak pernah berhenti tersenyum baru juga sampai jam 2 dini hari ia langsung membuka pintu kamar Nisa, entah perasaan aneh apa yang ia rasakan namun setiap ia melihat nisa ia tak pernah bosan, hati nya terasa hangat ia berusaha mendekati ranjang nya lalu menatap nya dengan seksama " betapa lelap nya kau tertidur sampai sampai aku datang pun tak kau sadari sepulas itukah ,, andai ku bisa tidur tenang seperti dirimu saat ini , namun tak bisa kalau kau jauh dari pandangan , entah sihir apa yang kau gunakan sehingga membuat ku selalu gelisah jika kau jauh. " aneh memang aneh , hanya dengan melihat saja dia langsung mengantuk di ambil nya kursi dekat meja rias, sambil menatap nisa tak terasa sayup sayup matanya sudah mulai lelah, jadilah ia tertidur di kursi itu. jam Welker pun berbunyi anand terkaget dari tidur nya ternyata sudah pukul 4 pagi ia menghela nafas lega karena nisa tidak terbangun, dimatikan nya jam Welker itu lalu dengan perlahan ia keluar dari kamar nisa dan langsung masuk ke kamar nya ia langsung membaringkan tubuh nya yang terasa pegal karna tidur di kursi .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD