satu minggu sudah Nisa bekerja di kediaman anand,
semenjak hari itu anand jarang sekali ke apartemen, dia langsung bergegas pergi ke Amsterdam, dimana pusat dari perusahaan nya sedang kacau, karna ada salah satu pegawai nya yang berkhianat.
"huft akhirnya kelar juga kerjaan nya"
", gila tuh sih bos, pergi pergi aja kek jangan ninggalin tugas banyak banget udah kaya mau ujian aja, nih lagi buku ngga kelar kelar baca nya hadeuh".
flashback on
" Drrt ~ drrt ~ drrt , terdengar getaran HP milik anand ia merasakan kegelisahan ketika perusahaan nya sedang terancam,
akhirnya dia memutuskan kan untuk terbang ke Amsterdam malam itu juga.
Namun sebelum ia berangkat ia merasa kesal melihat reaksi dari nisa, seolah olah dia merasa senang jika anand pergi
, akhirnya dia memberikan banyak tugas untuk di pelajari bagaimana cara menjadi asisten yang kompeten, anand pun tersenyum senang melihat tingkah konyol nisa di saat dia memberikan beberapa buku tebal untuk di pelajari, dari wajah nya terlihat kesal sambil komat kamit entah apa yang di bicarakan nya terasa lucu, karna dia bicara nya sambil monyong monyong.
"ekm , heeh,, malam ini aku akan pergi selama 1 bulan jadi sebelum aku pulang ke apartemen ku kau harus selesai mempelajari ini." (Anand)
"hhah , banyak amat itu buku apaan tuan bukan nya saya tugas nya cuman beres beres rumah masak ya"
"terus mempersiapkan kebutuhan tuan kan, kenapa harus baca buku segala sih". (Nisa)
"bukan kah kau bilang tadi minta tolong sekertaris ku untuk membantu keluarga mu di sana, oleh karena itu kamu harus menggantikan tugas nya paham". (Anand)
"ap,, appppaaa, ngga salah yang bener aja tuan, "
"saya ini cuman tamatan SMP mana bisa jalanin tugas sekertaris handal seperti ka joddy hadeuh tuan tuan"
", lebih baik kak joddy saja yang ikut tuan , biar nanti saya minta tolong kaka saya saja untuk mengontrol keadaan bapak". (Nisa)
"tidak bisa, hanya ada dua pilihan, kau ikut bersama ku ke Belanda atau kau ambil buku ini pilih lah untuk joddy biarkan dia cuti". (Anand)
"huh bos mah bebas, iya harus iya, engga harus engga dasar keras kepala" , batin Nisa, "
"huft yaudah saya pilih belajar buku aja"
, sambil memasang wajah memelas.
anand pun merasa kesal karena ia lebih memilih buku ketimbang ikut bersama nya ke Amsterdam, sebenarnya itu hanya alasannya saja bagaimana cara nya agar Nisa bisa ikut bersama nya alih alih memberikan tugas yang berat dan tidak masuk akal menurut nya, atau ia bisa mengajak nya ke Amsterdam
, tapi semuanya berantakan apa yang sudah di rencana kan nya gagal gara gara ia lebih memilih tugas yang menumpuk.