Ch.49

1209 Words

Aku dan Reza sontak terkejut melihat Irvan tiba-tiba terkapar di lantai. Kami langsung berjongkok. "Lu kenapa, Van?" tanyaku khawatir sembari menggoyangkan tubuhnya. Irvan tidak menjawab. Dia hanya meringis seolah merasa kesakitan dengan mata terpejam. Keringat mulai mengucur dari kening ke pelipisnya. "Van, lu sakit?" tanya Reza sama khawatirnya. Irvan masih tidak menjawab. "Agh ...." Hanya rintihan yang keluar dari mulutnya. Aku melempar tatapan pada Reza. "Eh, Za, Si Irvan kenapa?" "Gue juga gak tahu, Top. Kita bawa ke UKS aja lah." "Yaudah ayo." Tanpa berlama-lama, aku pun membantu Irvan berdiri dan merangkulnya menuju Ruang UKS. *** Setibanya di Ruang UKS, kami langsung membaringkan Irvan di ranjang dan memanggil Guru Kesehatan untuk memeriksanya. Berjalan beberap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD