Ch.22 — Masa SMA | Mengantar Lidya Pulangg

2101 Words

Tugas kelompok yang kami kerjakan bersama berjalan cukup lancar. Meskipun gak lancar-lancar banget, sih. Tapi, setidaknya beberapa tugas sudah selesai kami kerjakan. Beberapa kali aku dibuat kesal oleh beberapa anak. Bayangkan saja, saat anak lain tengah serius mengerjakan tugas, mereka malah asyik mengobrol dan bermain ponsel. Bagaimana aku tidak kesal? Itu namanya tidak menghargai orang lain. Karena tidak tahan mendengar ocehan mereka yang mengganggu konsentrasi anak lain, aku pun menegur mereka untuk kembali fokus. "Heh! Berisik! Ganggu banget tahu gak! Bisa diem gak, sih?" Aku sedikit meninggikan nada bicaraku. Mereka pun langsung hening seketika. Mereka hanya diam sambil menatapku. "Hargain yang lain, dong. Kalau lu gak bisa bantuin, seenggaknya jangan ngeganggulah!" lanjutku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD