Hari ini adalah jadwalku untuk latihan silat sepulang sekolah. Seperti biasa, aku tidak bisa pulang bersama Reza dan Irfan. Dan sepertinya, Kak Riska pun tidak datang lagi ke kelasku seperti hari-hari sebelumnya. Aku pun tidak tahu kenapa. Atau mungkin perkataanku saat di Kafe waktu itu padanya membuatnya sakit hati? Ah! Sepertinya begitu. Tapi bagaimanapun juga, aku harus jujur padanya. Aku tidak mau terus digentayangi oleh dia. Aku juga tidak mau seolah-olah aku memberi harapan padanya. Jadi lebih baik aku katakan kebenarannya sejak awal bahwa aku sama sekali tidak ingin ada hubungan dengannya. Meskipun, saat mengatakan kebenarannya aku sedikit berbohong, sih. Aku bilang alasanku menolak perasaannya karena sudah punya pacar. Padahal, alasanku menolaknya karena aku memang tidak ingin

