Ch.46

1147 Words

Rupanya orang yang menahan lenganku adalah Rafael. Dia tiba-tiba berdiri di sebelahku. "Saran gue, jangan diterusin," lontarnya. Aku mengernyitkan dahi. Apa maksudnya itu? Kenapa dia tiba-tiba datang dan berkata seperti itu? Padahal hubunganku dengan dia tidak dekat sama sekali. Tapi, dia bertingkah seolah dia sudah menjadi teman dekat. Mengganggu saja! "Ha? Apa lu bilang? Gue gak salah denger, nih?" balasku meremehkan ucapannya. Harus kuakui, aku memang masih berhutang budi pada Rafael. Dia pernah menyelamatkanku dulu saat masih SMP. Dan aku belum bisa membalas jasanya waktu itu. Tapi, itu bukan berarti aku harus selalu bersikap baik dan menuruti semua ucapannya, 'kan? Maksudku, jangan merasa dekat denganku hanya karena dia pernah menolong. Dalam hal ini, dia tidak berhak mengatur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD