Konyol. Bisha tanpa sengaja menangkap pantulan wajahnya dalam layar ponselnya yang gelap. Seluruh bagian wajahnya terlihat jelek sekali dan membengkak. Bagaimana tidak? Ia sudah menangis sejak kemarin sampai suaranya nyaris hilang dan menjadi serak. Ia belum pernah merasakan sesuatu semenyakitkan ini dan begitu menyiksa dirinya luar dan dalam. Ditambah dengan perasaan seolah ia tengah dicabik-cabik, ia teringat harus mengabari sang adik. Dan ini adalah pertama kali baginya membohongi Yara mentah-mentah. Tapi ini lebih baik ketimbang Yara tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi padanya. Toh, Bisha juga telah memutuskan, masalah ini akan ia simpan sendiri. Tidak ada orang lain yang perlu tahu. Ia menegakkan punggung dan menarik napas susah payah. Mencoba untuk tidak mengingat-ingat lagi dan

