Setidaknya butuh dua orang untuk menyeret Zen pulang, dan karena Sam ada di sini tak akan ada yang memberikan tugas itu pada Yara. Dengan senyum mengembang Sam memerhatikan tubuh Zen yang diseret-seret sepanjang jalan menuju taksi yang sudah menunggu. Ia tidak bisa menahan perasaan menggelitik dan membuatnya tertawa. Ternyata, memang tidak seburuk itu. Sejak Yara menyeretnya untuk bergabung lagi dengan teman-temannya, Sam merasa jauh lebih santai dan bisa berbaur dengan mudah. Mereka memaikan banyak game bodoh dan membicarakan lelucon-lelucon konyol yang tak ada habisnya. Suasana semacam itu membuat Sam merasa sedikit merindukan teman-temannya juga. Dan karena sekarang sudah cukup larut, Sam praktis mengantar Yara pulang. Tapi begitu sudah berdua saja dengan Yara, ia merasakan sensasi ya

